Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Viral Video Emak-Emak Gerebek Bascamp Narkoba Temukan Bong Sabu dan Segepokan Duit

×

Viral Video Emak-Emak Gerebek Bascamp Narkoba Temukan Bong Sabu dan Segepokan Duit

Sebarkan artikel ini
Emak-Emak
Viral Video Emak-Emak Gerebek Bascamp Narkoba Temukan Bong Sabu dan Segepokan Duit
Alaku

Puluhan Emak-emak di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi menjadi viral di media sosial karena menggerebek basecamp narkoba. Video kejadian tersebut berdurasi 4 menit dan menunjukkan aksi emak-emak yang berkerumun di depan sebuah bangunan. Terlihat beberapa pria juga berada di lokasi tersebut.

Dalam video tersebut, tampak tumpukan dus di tengah kerumunan, yang ternyata berisi sejumlah bong sabu dan duit yang tergepak.

Alaku

Aksi berani para emak-emak ini telah menarik perhatian banyak orang dan menyebar luas di media sosial. Mereka dengan tegas menghadapi permasalahan narkoba di lingkungan mereka dan melakukan tindakan nyata untuk memberantasnya. Semangat dan keberanian mereka patut diapresiasi, karena turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Perekam video mengungkapkan bahwa ini adalah hasil dari penjualan sabu,” demikian disampaikan oleh perekam video tersebut.

Dalam video tersebut, perekam juga menampilkan bagian dalam bangunan tersebut. Terlihat beberapa ruangan kosong yang kotor dan tak terurus, dengan bangku dan meja yang berserakan.

Lurah Rawasari, Repulis, mengakui kejadian penggerebekan yang dilakukan oleh para emak-emak tersebut. Aksi tersebut juga mendapatkan dukungan dan pengawalan dari pihak TNI dan polisi wilayah.

“Ya, memang benar bahwa aksi penggerebekan tempat basecamp narkoba dilakukan oleh para emak-emak tersebut dengan dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal ini dilakukan secara beramai-ramai karena ada kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Lurah Rawasari, Repulis, kepada detikSumbagsel pada Minggu (23/7/2023).

Menurut Repulis, kejadian viral ini terjadi pada Sabtu (22/7). Aksi penggerebekan yang dilakukan oleh para emak-emak tersebut dipicu oleh rasa kesal dan gerah mereka melihat basecamp narkoba yang seringkali ramai setiap waktu.

“Mungkin ini disebabkan oleh rasa resah, kesal, dan marah yang tercampur menjadi satu, maka para emak-emak melakukan aksi tersebut. Lokasi itu sebenarnya sudah berulang kali diingatkan, namun tidak ada respons yang menggembirakan. Malah semakin ramai dengan kehadiran pemuda dan warga dari luar,” ungkap Repulis.

Menurut penjelasan Repulis, aksi penggerebekan emak-emak ini diketahui oleh pihak RT dan dirinya sebagai Lurah. Tindakan para emak-emak ini sudah tidak dapat ditunda lagi.

“Pada awalnya, mereka berencana melakukan aksi pada Kamis sebelumnya, namun karena ada kegiatan lain dari perangkat RT atau pihak lain, akhirnya dibatalkan. Kemudian pada Sabtu, para emak-emak melakukan aksi tersebut karena mereka ingin mencegah anak atau suami mereka terpengaruh oleh basecamp tersebut,” jelas Repulis.

Dalam aksi penggerebekan yang dilakukan oleh para emak-emak, Repulis menyatakan bahwa ada 1 atau 3 orang yang berhasil diamankan. Selain itu, beberapa barang bukti juga ditemukan, termasuk uang tunai sebesar Rp 28 juta, bong sabu, dan barang bukti lainnya.

Karena lokasi tersebut sangat ramai, saat aksi penggerebekan dilakukan, sebagian orang berhasil melarikan diri. Namun, satu atau tiga orang berhasil diamankan. Mereka berasal dari warga luar dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian Polda Jambi. Selain itu, Repulis juga menyebut bahwa saat penggerebekan berlangsung, ada bantuan dari Intel Kodim, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Dalam melanjutkan penjelasannya, Repulis menyampaikan bahwa kejadian penggerebekan basecamp narkoba oleh para emak-emak tersebut menjadi sebuah tindakan tegas sebagai respons terhadap kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang telah dirasakan oleh warga sekitar. Basecamp narkoba tersebut sudah menjadi masalah yang berlarut-larut dan seringkali tidak mendapatkan penanganan yang memadai dari pihak berwenang.

Menurut Repulis, keputusan para emak-emak untuk melakukan aksi tersebut mendapatkan dukungan dari warga lain di lingkungan sekitar. Kehadiran pihak TNI dan polisi kewilayahan juga turut memberikan pengawalan dan dukungan terhadap aksi penggerebekan ini untuk memastikan keamanan dan keteraturan.

Meskipun demikian, Repulis menyatakan bahwa aksi penggerebekan semacam ini tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Keberadaan narkoba adalah permasalahan serius yang harus ditangani dengan bijaksana dan bersama-sama oleh pihak berwenang dan masyarakat.

Setelah aksi penggerebekan dilakukan, langkah-langkah lebih lanjut dalam penanganan kasus narkoba ini akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Barang bukti yang berhasil ditemukan akan menjadi bukti yang kuat dalam proses penyelidikan dan penuntutan para pelaku.

Repulis berharap bahwa aksi penggerebekan para emak-emak ini dapat menjadi pesan yang kuat bagi para penyalahguna narkoba dan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk bersama-sama melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka. Keberanian dan ketegasan para emak-emak ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran akan bahaya narkoba dan mendukung upaya pencegahan serta penindakan yang lebih efektif dari pihak berwenang.

Selain itu, Repulis juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta bekerjasama dalam memberikan informasi kepada pihak berwenang jika menemui kegiatan atau lokasi yang mencurigakan terkait narkoba. Dengan bersatu dan saling mendukung, masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan lingkungan mereka dari ancaman narkoba

 

 

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *