Alaku
Alaku
News

Viral Larangan Minum Sehabis Makan, Dokter Raissa E Djuanda: Justru Bikin Lancar Pencernaan

×

Viral Larangan Minum Sehabis Makan, Dokter Raissa E Djuanda: Justru Bikin Lancar Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Viral Larangan Minum Sehabis Makan, Dokter Raissa E Djuanda: Justru Bikin Lancar Pencernaan
Viral Larangan Minum Sehabis Makan, Dokter Raissa E Djuanda: Justru Bikin Lancar Pencernaan - foto dok kompas com

Belakangan ini viral video tentang yang melarang minum setelah makan. Dalam video yang diunggah di TikTok, seorang netizen mengklaim minum seusai makan bisa mengganggu proses pencernaan.
“Makanan tidak dapat dicerna dengan baik karena glukosa di dalam makanan akan menjadi lemak dan memicu kadar insulin,” ujar narasi di video viral tersebut dilihat detikcom, Rabu (23/8/2023).

Hal ini dibantah keras oleh spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpG(K), AIFO-K. Ia menyebut apa yang disampaikan video tersebut itu bohong atau hoaks.

Viral Dilarang Minum Air Setelah Makan, Dokter Dipastikan Hoax!

“Justru minum setelah makan sangat berguna untuk melancarkan pencernaan, membantu metabolisme, mencegah dehidrasi dan sebagai sumber mineral untuk tubuh,” sambungnya.

Ia menegaskan ketika seseorang tidak minum setelah makan, maka bisa mempersulit proses pencernaan makanan tersebut. Dengan itu, proses metabolisme pun juga akan ikut terganggu.

“Metabolisme ini juga membutuhkan cairan, jadi untuk kerja lambung dan kerja ginjal nantinya lebih optimal kalau ada cairan yang masuk,” terangnya.

Dan dr Raissa pun juga menyarankan kita untuk mengonsumsi segelas air atau sekitar 150-200 ml waktu setelah makan.

Minum setelah makan memiliki beberapa manfaat dan penting untuk kesehatan pencernaan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar minum tidak mengganggu proses pencernaan. Berikut adalah beberapa kegunaan minum setelah makan:

1. Pencernaan yang Lebih Lancar:
Minum air setelah makan dapat membantu melunakkan makanan yang masuk ke dalam perut dan memfasilitasi proses pencernaan. Air membantu mencampurkan makanan dengan enzim pencernaan dalam lambung, memudahkan penguraian nutrisi.

2. Menghindari Konstipasi:
Minum cukup air setelah makan juga membantu mencegah sembelit atau konstipasi. Air membantu mencegah tinja menjadi keras dan membantu memperlancar gerakan usus.

3. Hidrasi Tubuh:
Minum air setelah makan juga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tubuh memerlukan air untuk menjalankan berbagai fungsi fisiologis, termasuk pemrosesan nutrisi.

4. Mengurangi Rasa Lapar:
Minum air setelah makan dapat membantu meredakan rasa lapar. Terkadang, rasa haus bisa diartikan sebagai rasa lapar. Minum air bisa memberi perasaan kenyang yang lebih lama.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat minum setelah makan
• Hindari Minuman Dingin: Terlalu banyak minum minuman dingin setelah makan dapat memperlambat pencernaan dan mengganggu proses pencernaan makanan dalam perut. Minuman hangat atau suhu kamar lebih disarankan.

• Jangan Minum Terlalu Banyak: Jangan minum terlalu banyak air segera setelah makan karena bisa mengisi lambung dan mengganggu pencernaan.

• Waktu yang Tepat: Disarankan untuk menunggu sekitar 30 menit hingga 1 jam setelah makan sebelum minum air, agar proses pencernaan tidak terganggu.

Secara keseluruhan, minum air setelah makan memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan pencernaan dan tubuh secara umum. Namun, memperhatikan cara minum yang tepat dan tidak berlebihan juga merupakan faktor penting.

Tidak minum setelah makan bukanlah masalah yang serius dalam jangka pendek. Namun, minum air setelah makan memiliki beberapa manfaat untuk pencernaan dan kesehatan tubuh secara umum. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin terjadi jika Anda tidak minum setelah makan:

1. Pencernaan Lebih Lambat:
Minum air setelah makan dapat membantu melunakkan makanan dan memfasilitasi proses pencernaan. Jika Anda tidak minum setelah makan, makanan mungkin perlu waktu lebih lama untuk dicerna dalam lambung.

2. Risiko Konstipasi:
Kekurangan cairan setelah makan dapat mempengaruhi gerakan usus dan meningkatkan risiko konstipasi. Air membantu melunakkan tinja dan memperlancar gerakan usus.

3. Hidrasi Tidak Optimal:
Tidak minum setelah makan bisa mengurangi asupan cairan tubuh. Hidrasi yang cukup penting untuk menjaga keseimbangan cairan, suhu tubuh yang tepat, dan fungsi organ-organ tubuh.

4. Munculnya Rasa Haus:
Meskipun perasaan haus mungkin tidak langsung terjadi setelah makan, namun kurangnya minum cairan setelah makan bisa membuat Anda merasa haus kemudian dalam jangka waktu tertentu.

Penting untuk diingat bahwa keseimbangan dan keberlanjutan adalah kunci. Sementara minum air setelah makan memiliki manfaat, kebiasaan minum air sepanjang hari dan menjaga tubuh terhidrasi secara umum adalah lebih penting. Jika Anda khawatir tentang minum setelah makan, Anda dapat mencoba minum air dalam interval yang wajar, tetapi juga pastikan untuk tidak minum berlebihan segera setelah makan karena bisa mengganggu pencernaan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *