Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Viral! Jemaah Haji Asal Makassar Sedih Saat Pulang Karena Dihujat Netizen! Apa Penyebabnya?

×

Viral! Jemaah Haji Asal Makassar Sedih Saat Pulang Karena Dihujat Netizen! Apa Penyebabnya?

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji
Viral! Jemaah Haji Asal Makassar Sedih Saat Pulang Karena Dihujat Netizen! Apa Penyebabnya? - foto ist
Alaku

Setelah pulang dari Tanah Suci, Suarnati Daeng Kanang (46), seorang jemaah haji perempuan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), merasa malu dan sedih karena menghadapi hujatan dari sejumlah netizen di platform media sosial (sosmed). Pasca menjadi viral karena memakai perhiasan emas seberat 180 gram, ia dianggap memamerkan kekayaannya.

Setelah videonya tersebar, Suarnati menghadapi kritik pedas dari warganet yang menganggapnya sombong dan tidak menghormati nilai-nilai agama. Ia merasa terpukul dan kesal karena niat baiknya untuk memakai perhiasan tersebut hanya sebagai penghargaan kepada dirinya sendiri atas pencapaian menunaikan ibadah haji.

Alaku

Suarnati mengungkapkan bahwa ia tidak bermaksud untuk memamerkan kekayaannya atau mencari perhatian. Ia merasa sedih karena tindakannya yang sederhana tersebut dikaitkan dengan niat negatif oleh beberapa netizen. Baginya, perhiasan tersebut adalah simbol pengorbanan dan prestasi yang diinginkan setiap jemaah haji.

Meskipun terkena hujatan, Suarnati tetap tegar dan memilih untuk tidak membalas komentar negatif yang ditujukan padanya. Ia berharap agar masyarakat lebih menghargai perbedaan dan berempati terhadap orang lain, serta tidak mudah membuat penilaian tanpa mengetahui latar belakang dan niat sebenarnya.

Kisah Suarnati mencerminkan dampak buruk dari persepsi yang salah dan kebencian di dunia maya. Hal ini juga mengingatkan kita pentingnya sikap saling menghormati dan berempati dalam berinteraksi di media sosial

“Ya Allah, malu-maluku apa kata orang nanti pasti na bilang pamerka kodong (saya merasa malu, karena orang pasti menganggap saya pamer emas). Padahal saya juga tidak nyangka akan seperti ini (viral),” kata Suarnati kepada KOMPAS.com saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Rabu (5/7/2023) malam.

Namun, ia menegaskan bahwa penampilannya yang demikian bukanlah untuk pamer, melainkan semata-mata untuk menunaikan nazarnya setelah pulang dari Tanah Suci.

 

“Iye kodong (Iya kasian) sebelum daftar (haji) memang sudah bernazar pakaian saya akan seperti ini (nyentrik dan memakai emas), tapi entah kenapa banyak yang hujat, (katanya saya) pamer,” ujarnya.

Suarnati, seorang jemaah haji dari debarkasi Makassar dan termasuk dalam kloter pertama, tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar bersama dengan 392 rombongan lainnya pada pukul 12.00 Wita. Meskipun demikian, sebagai seorang pengusaha burger, Suarnati mengungkapkan bahwa ia telah memaafkan orang-orang yang menghujatnya di media sosial (sosmed).

 

Baginya, pengalaman ini merupakan pengingat yang memotivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan sabar dalam menghadapi ujian setelah kembali dari Tanah Suci.

 

Suarnati mengungkapkan bahwa sebagai seorang jemaah haji, ia berusaha mengikuti ajaran agama yang mengajarkan untuk memaafkan dan menjaga hati yang ikhlas. Meskipun terdapat banyak komentar negatif, ia memilih untuk tidak terjebak dalam kemarahan dan memilih jalan perdamaian. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda, dan ia mengambil hujatan tersebut sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan bijaksana.

Dalam menghadapi ujian dan cobaan, Suarnati merasa bahwa pengalaman ini merupakan bagian dari perjalanan hidupnya. Ia berkomitmen untuk terus berusaha menjadi orang yang lebih baik dan berusaha melampaui segala hambatan dengan kekuatan iman dan kesabaran yang dimilikinya.

Dengan sikap memaafkan dan tekadnya untuk berkembang, Suarnati berharap dapat memberikan inspirasi kepada orang lain untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan dan keikhlasan, serta menghadapi setiap rintangan dengan ketabahan dan keteguhan hati.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *