Alaku
Alaku
News

Serka Holmes Melaporkan Dokter RS Bina Kasih Medan atas Dugaan Malpraktik Terhadap Anaknya

×

Serka Holmes Melaporkan Dokter RS Bina Kasih Medan atas Dugaan Malpraktik Terhadap Anaknya

Sebarkan artikel ini
Serka Holmes
Serka Holmes Melaporkan Dokter RS Bina Kasih Medan atas Dugaan Malpraktik Terhadap Anaknya - foto dok detik

Serka Holmes Sitompul, seorang anggota Kodam I/Bukit Barisan, telah melaporkan seorang dokter RS Bina Kasih Medan kepada polisi atas dugaan malpraktik yang menimpa anaknya. Kejadian ini bermula saat anak Serka Holmes yang berusia 6 tahun, bernama RSS, mengalami patah tulang tangan setelah jatuh saat bermain kerbau pada tanggal 18 Mei 2023. RSS kemudian dilarikan ke RS Bina Kasih Medan, di mana luka ditangani oleh seorang perawat yang membersihkan luka, memasang papan, dan memberikan perban pada area yang terluka.

Namun, Serka Holmes mengungkapkan bahwa pada tanggal 19 Mei 2023, anaknya menjalani operasi oleh seorang dokter spesialis ortopedi berinisial HP selama dua jam di RS Bina Kasih Medan. Setelah operasi, RSS dipindahkan ke ruang Melati 7. Beberapa jam kemudian, anak tersebut mulai mengalami rasa sakit yang hebat di area kelamin akibat pemasangan kateter. Selain itu, juga terdapat keluhan sakit pada tangan yang telah dioperasi.

Keesokan harinya, Serka Holmes melaporkan kepada perawat bahwa jari anaknya terasa kaku, pucat, dan membengkak. Menurutnya, perawat membuka perban dan memencet tangan anaknya, yang mengeluarkan nanah dari bekas sayatan operasi yang telah bernanah.

Mendapati kondisi yang semakin memburuk, Serka Holmes memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Polda Sumut pada tanggal 15 Juli 2023. Namun, dr. HP, dokter yang melakukan operasi pada tangan RSS, membantah melakukan malpraktik atau kelalaian medis. Dia menjelaskan bahwa kemungkinan hal tersebut merupakan komplikasi atau risiko dari operasi tersebut, dan bahwa pembusukan di area luka terjadi karena kemungkinan pembuluh darah yang pecah sebelum operasi dilakukan.

Meskipun demikian, Direktur Operasional RS Bina Kasih, Rita Ginting, enggan memberikan tanggapan terkait dugaan malpraktik yang dilaporkan. Dia mengarahkan koordinasi kasus ini ke bagian pelayanan medis.

Dalam kasus ini, Serka Holmes menuntut pertanggungjawaban dari dokter yang bersangkutan atas kondisi anaknya yang semakin memburuk. Ia berharap agar tindakan yang dilaporkan dapat diproses secara adil dan transparan, serta memberikan keadilan bagi anaknya yang menjadi korban dugaan malpraktik tersebut.

Kasus dugaan malpraktik yang melibatkan Serka Holmes Sitompul dan anaknya, RSS, di RS Bina Kasih Medan menjadi sorotan perhatian. Serka Holmes, sebagai seorang anggota Kodam I/Bukit Barisan, telah melaporkan dokter yang melakukan operasi pada anaknya ke polisi. Ia berharap tindakan yang dilaporkan dapat diproses secara adil dan transparan, serta memberikan keadilan bagi anaknya yang menjadi korban dugaan malpraktik tersebut.

Sementara itu, dokter yang bersangkutan membantah melakukan kelalaian medis dan menjelaskan bahwa pembusukan di area luka mungkin terjadi sebagai komplikasi atau risiko dari operasi yang dilakukan. Direktur Operasional RS Bina Kasih, Rita Ginting, enggan memberikan tanggapan terkait dugaan malpraktik tersebut.

Kasus ini memunculkan pertanyaan tentang kualitas pelayanan medis dan perlindungan pasien di RS Bina Kasih Medan. Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi rumah sakit dan tenaga medis lainnya untuk selalu mengutamakan keamanan dan kualitas perawatan pasien.

Dalam kondisi yang semakin memburuk, Serka Holmes berjuang untuk memperoleh pertanggungjawaban dari dokter yang terlibat dalam operasi tersebut. Kejadian ini juga memicu perdebatan mengenai perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi pasien yang menjadi korban malpraktik.

Kami berharap bahwa kasus ini akan ditangani dengan serius dan adil oleh pihak berwenang, sehingga keadilan dapat terwujud bagi keluarga Serka Holmes dan juga untuk mendorong perbaikan dalam pelayanan medis di RS Bina Kasih Medan. Kepentingan dan keselamatan pasien harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *