Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Penyebab Mahasiswa Undip Tewas di Gunung Lawu! Gejala Hipotermia?

×

Penyebab Mahasiswa Undip Tewas di Gunung Lawu! Gejala Hipotermia?

Sebarkan artikel ini
Gejala Hipotermia
Penyebab Mahasiswa Undip Tewas di Gunung Lawu! Gejala Hipotermia? - foto evakuasi / dok warta kota
Alaku

Mahasiswi berusia 20 tahun yang merupakan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bernama Anindita Syafa Nabila Rizki telah meninggal dunia saat sedang mendaki Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho. Menurut Komandan Markas SAR Karanganyar, Arif Sukro Yunianto, korban diduga meninggal akibat kelelahan dan gejala hipotermia.

Arif menyatakan bahwa kemungkinan besar penyebab kematian tersebut adalah kelelahan dan hipotermia, dan tidak ada tanda-tanda adanya kekerasan fisik yang dialami oleh korban. Hal ini diungkapkan saat Arif dihubungi oleh detikJateng pada malam hari tanggal 25 Juni 2023.

Alaku

Hipotermia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh manusia turun di bawah batas normal yang seharusnya. Pada umumnya, suhu tubuh manusia normal berada pada rentang 36-37 derajat Celsius. Namun, jika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius, seseorang dapat mengalami hipotermia. Penyakit ini dapat mempengaruhi sistem tubuh secara menyeluruh dan mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Gejala Hipotermia:

  1. Menggigil: Ini adalah respons alami tubuh untuk mencoba menghasilkan panas dan meningkatkan suhu tubuh.
  2. Kelelahan dan kebingungan: Seseorang yang mengalami hipotermia mungkin merasa lelah secara ekstrem dan sulit berkonsentrasi.
  3. Kulit pucat dan dingin: Permukaan kulit tampak pucat dan dingin ketika suhu tubuh turun.
  4. Kesulitan berbicara dan bergerak: Koordinasi motorik terganggu, dan bicara menjadi sulit.
  5. Detak jantung lambat: Hipotermia dapat menyebabkan denyut jantung melambat dan tekanan darah menurun.
  6. Kehilangan kesadaran: Pada kasus hipotermia berat, seseorang dapat kehilangan kesadaran atau bahkan mengalami koma.

Penyebab Hipotermia:

  1. Paparan suhu dingin: Pemaparan terlalu lama pada suhu dingin yang ekstrem dapat menyebabkan hipotermia. Ini dapat terjadi di lingkungan luar yang sangat dingin atau di dalam ruangan dengan suhu yang terlalu rendah.
  2. Pakaian yang tidak sesuai: Mengenakan pakaian yang tidak cukup untuk melindungi tubuh dari suhu dingin juga dapat meningkatkan risiko hipotermia.
  3. Aktivitas di air dingin: Berada dalam air yang dingin untuk waktu yang lama, seperti saat berenang di perairan terbuka pada musim dingin, dapat menyebabkan hipotermia.
  4. Kondisi medis: Beberapa kondisi medis seperti diabetes, gangguan tiroid, dan penyakit Alzheimer dapat meningkatkan risiko terjadinya hipotermia.
  5. Konsumsi alkohol atau obat-obatan: Alkohol dan beberapa obat dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu normal, sehingga meningkatkan risiko hipotermia.

Penanganan Hipotermia:

Jika seseorang dicurigai mengalami hipotermia, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:

  1. Mencari perlindungan: Pindahkan orang tersebut ke tempat yang hangat dan kering, hindari paparan suhu dingin, dan lindungi dari angin.
  2. Mengganti pakaian basah: Jika pakaian basah atau lembab, segera ganti dengan pakaian yang kering dan hangat.
  3. Memberikan pemanasan: Gunakan selimut, pemanas ruangan, atau tubuh orang lain yang memiliki suhu tubuh normal untuk memberikan pemanasan.
  4. Memanggil bantuan medis: Segera hubungi tenaga medis untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Hipotermia merupakan kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Penting untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius dan melindungi nyawa seseorang yang mengalami hipotermia. Jaga kesadaran akan bahaya suhu dingin dan perhatikan gejala-gejala hipotermia agar dapat bertindak dengan cepat ketika diperlukan.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *