Alaku
Alaku
News

Penyebab Hipertensi Naik Dipagi Hari? Berikut Cara Mengatasinya

×

Penyebab Hipertensi Naik Dipagi Hari? Berikut Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Penyebab Tensi Naik Dipagi Hari? Berikut Cara Mengatasinya
Penyebab Tensi Naik Dipagi Hari? Berikut Cara Mengatasinya - foto dok hallo sehat

Penyakit Hipertensi, yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi umum yang memengaruhi arteri tubuh. Jika tidak serius diobati, hipertensi dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan retinopati hipertensi naik pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Tekanan darah bervariasi sepanjang harinya. Meskipun itu, hipertensi naik sering kali meningkat sekitar waktu bangun tidur. Alhasil, ada istilah hipertensi naik di pagi atau morning hypertension.

Hipertensi pagi adalah suatu kondisi yang ditandari dengan tingkat tekanan darah tinggi yang tidak normal dalam beberapa jam pertama setelah bangun tidur. Obat, kondisi kesehatan, dan faktor gaya hidup dapat menyebabkan tekanan yang sangat tinggi di pagi hari atau hipertensi pagi.

Hipertensi pagi, atau tekanan darah tinggi di pagi hari, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

1. Efek Dawn Phenomenon:
Pagi hari dapat ditandai dengan peningkatan alami dalam produksi hormon seperti kortisol dan adrenalin, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

2. Gangguan tidur:
Kurangnya tidur yang berkualitas atau tidur yang terganggu dapat mempengaruhi regulasi tekanan darah tubuh dan menyebabkan kenaikan tekanan darah di pagi hari.

3. Aktivitas pagi:
Aktivitas fisik yang signifikan di pagi hari tanpa pemanasan yang memadai dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah.

4. Efek obat:
Jika seseorang mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, tingkat obat dalam tubuh mereka mungkin menurun di malam hari, menyebabkan peningkatan tekanan darah di pagi hari.

5. Gaya hidup:
Faktor gaya hidup seperti asupan garam yang berlebihan, konsumsi alkohol, merokok, dan pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi pada hipertensi pagi.

6. Stres:
Stres fisik atau emosional, terutama pada pagi hari, dapat memicu peningkatan tekanan darah

Terdapat beberapa faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), antara lain:

• Konsumsi garam berlebihan: Asupan garam yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Garam menyebabkan retensi cairan dan dapat mempengaruhi elastisitas pembuluh darah.

• Polaa makan tidak sehat: Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula dapat berkontribusi pada perkembangan hipertensi. Kurangnya serat dalam makanan juga dapat mempengaruhi kesehatan pembuluh darah.

• Kegemukan atau obesitas: Kegemukan meningkatkan risiko hipertensi karena memengaruhi kerja jantung dan memicu peradangan yang dapat merusak pembuluh darah.

• Kurangnya aktivitas fisik: Gaya hidup yang tidak aktif dapat menyebabkan peningkatan berat badan, tekanan darah, dan kolesterol, semuanya berkontribusi pada hipertensi.

• Konsumsi alkohol berlebihan: Alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak jaringan pembuluh darah.

• Merokok: Zat-zat dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya.

• Stres: Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan pelepasan hormon yang meningkatkan tekanan darah.

• Kurangnya tidur berkualitas: Tidur yang tidak cukup atau tidur yang terganggu dapat memengaruhi regulasi tekanan darah.

• Kurangnya konsumsi buah dan sayur: Buah dan sayur kaya akan nutrisi dan antioksidan yang mendukung kesehatan pembuluh darah.

Hipertensi pagi hari mungkin tidak selalu menunjukkan gejala yang khas atau terlihat. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala berikut:

1. Sakit kepala:
Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan sakit kepala, terutama di pagi hari.

2. Pusing atau pusing kepala:
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sensasi pusing atau pusing kepala.

3. Peningkatan detak jantung:
Anda mungkin merasa jantung berdebar atau berdetak lebih cepat dari biasanya.

4. Kesulitan tidur:
Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur, sehingga Anda mungkin merasa sulit tidur atau terbangun di tengah malam.

5. Kebingungan atau konsentrasi berkurang:
Peningkatan tekanan darah dapat mempengaruhi aliran darah ke otak dan menyebabkan gejala seperti kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.

6. Penglihatan kabur atau perubahan penglihatan:
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi pembuluh darah di mata dan menyebabkan perubahan penglihatan.

Pengobatan:

• Perubahan gaya hidup: Dokter biasanya merekomendasikan perubahan gaya hidup sehat, termasuk mengurangi konsumsi garam, menjalani diet seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, dan mengelola stres.

• Obat-obatan: Jika perubahan gaya hidup tidak cukup mengontrol tekanan darah, dokter mungkin meresepkan obat-obatan. Berbagai kelas obat tersedia, seperti diuretik, beta blocker, ACE inhibitor, angiotensin receptor blocker (ARB), kalsium channel blocker, dan lain-lain. Pemilihan obat tergantung pada kondisi medis dan karakteristik individu.

• Pemantauan rutin: Setelah diagnosis, pemantauan tekanan darah secara teratur sangat penting untuk memastikan bahwa tekanan darah tetap dalam kisaran yang sehat.

Penting untuk mengikuti panduan dokter dan profesional kesehatan Anda, serta berkomunikasi secara terbuka tentang perubahan dalam kesehatan Anda. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, atau kerusakan organ lainnya.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *