Alaku
Alaku
News

Pasutri Ini Sudah Nikah 2 Tahun Tapi Istri Masih Perawan, Ini Faktanya Kata Dokter!

×

Pasutri Ini Sudah Nikah 2 Tahun Tapi Istri Masih Perawan, Ini Faktanya Kata Dokter!

Sebarkan artikel ini
Masih Perawan
Pasutri Ini Sudah Nikah 2 Tahun Tapi Istri Masih Perawan, Ini Faktanya Kata Dokter! - foto ilustrasi

Perhatian tertuju pada pasangan suami istri asal Vietnam yang menarik perhatian publik karena sang istri masih perawan meskipun telah menikah selama 2 tahun. Banyak orang mengasumsikan bahwa orientasi seksual sang suami mungkin berbeda. Namun, dokter mengungkapkan fakta yang berbeda.

Nguyen Thi Nguyet Ahn dan Hoang Hong Quan, pasangan ini menjadi sorotan netizen Vietnam karena belum memiliki anak setelah 2 tahun menikah. Mereka memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter Phan Thi Bich Thuan pada bulan Juni 2023.

Kedua pasangan ini menjalani pemeriksaan kesuburan di rumah sakit dan juga memiliki niat untuk menjalani bayi tabung guna memperoleh keturunan.

Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, hasilnya menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Quan baik, termasuk sperma yang dalam kondisi bagus. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan Anh, semua bagian tubuhnya yang terkait dengan reproduksi dalam kondisi baik.

Pasangan suami istri ini merasa senang namun juga bingung dengan hasil pemeriksaan tersebut. Mereka telah menikah selama dua tahun namun belum berhasil memiliki anak.

Ketika dokter menanyakan tentang aktivitas seksual mereka, sang suami mengaku bahwa mereka tidak pernah merasa nyaman saat berhubungan intim selama dua tahun pernikahan. Mereka tidak tahu cara yang benar untuk berhubungan seks.

Quan mengakui bahwa setiap kali mereka berhubungan intim, ia tidak pernah berhasil melakukan penetrasi dengan baik. Hal ini disebabkan oleh rasa sakit yang dialami oleh istrinya, bahkan hingga menangis karena takut merasakan sakit.

Dokter Phan Thi Bich Thuan kemudian memeriksa Ahn, istri Quan, dan menemukan bahwa Ahn masih dalam keadaan perawan. Ahn mengonfirmasi pernyataan Quan bahwa sang suami tidak pernah melakukan penetrasi yang benar selama berhubungan intim.

Kondisi ini menjelaskan mengapa pasangan ini telah menikah selama dua tahun namun sang istri masih perawan. Quan tidak pernah berhasil ejakulasi di dalam tubuh istrinya, sehingga Ahn tidak hamil selama ini.

Berdasarkan kasus Ahn dan Quan ini, Dokter Phan menyarankan agar pasangan segera berkonsultasi dengan dokter jika mereka mengalami kesulitan dalam hal seks. Dokter Phan juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesuburan sesuai dengan rekomendasi WHO, yaitu setelah pasangan menikah selama satu tahun atau lebih tanpa berhasil hamil meskipun telah melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Ada beberapa kemungkinan mengapa istri masih perawan setelah dua tahun menikah. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya:

  1. Ketakutan atau kecemasan: Beberapa pasangan mungkin mengalami ketakutan atau kecemasan yang signifikan terkait dengan hubungan seksual. Hal ini dapat menghambat kemampuan untuk melakukan penetrasi secara nyaman atau mengakibatkan kekakuan pada otot-otot vagina.
  2. Masalah medis: Ada beberapa kondisi medis yang dapat mempengaruhi keadaan fisik istri, seperti vaginismus (ketegangan otot-otot vagina yang menyebabkan kesulitan atau nyeri saat penetrasi) atau adanya kelainan bawaan pada saluran reproduksi. Kondisi medis ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk melakukan hubungan seksual yang nyaman.
  3. Kurangnya pengetahuan atau pendidikan seksual: Jika pasangan tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang seks atau kurangnya pemahaman tentang anatomi dan proses seksual, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan penetrasi yang benar.
  4. Preferensi atau pilihan pribadi: Beberapa pasangan mungkin memilih untuk menunda hubungan seksual setelah menikah karena alasan pribadi, nilai-nilai agama, atau preferensi individu.

Penting untuk diketahui bahwa setiap pasangan memiliki pengalaman dan tantangan yang unik dalam kehidupan seksual mereka. Jika pasangan menghadapi kesulitan dalam hal ini, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan, seperti dokter atau terapis seksual, yang dapat membantu memahami dan menyelesaikan masalah yang mungkin ada

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *