Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Paiman Raharjo Apresiasi Jokowi

×

Paiman Raharjo Apresiasi Jokowi

Sebarkan artikel ini
Paiman Raharjo Apresiasi Jokowi
Paiman Raharjo Apresiasi Jokowi - foto dok kemendes
Alaku

Kini Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Paiman Raharjo yang lagi menggelar wayang kulit dengan dalang Ki Tantut Sutanto pada hari Minggu (27/8) malam di rumah Kalimasadha Nusantara, Desa Gemblegan, Klaten, Jawa Tengah.

Pagelaran wayang kulit ini yang disaksikan langsung oleh seluruh warga Desa Gemblegan dan sekitarnya di kampung halamannya ini dalam rangka memperingati HUT RI ke 78 dan sekaligus ini sebagai syukuran atas dirinya yang dilantik menjadi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Alaku

“Atas Wujud syukur karena indonesia sudah mencapai usia di 78 tahun, tentunya ada harapan kita semua semoga untuk bangsa indonesia ini bisa semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera serta terhindar dari berbagai permasalahan. Pada harapan kita semua juga dengan adanya hiburan ini masyarakat bisa terhibur dan memaknai pementasan cerita wayang ini,” ujarnya.

Dengan cerita wayang ini, kata Wamen Paiman Raharjo adalah lakon cerita Wahyu Kamulyan yang harapannya adalah masyarakat bisa selalu bersyukur dan selalu berpandangan baik dalam segala hal.

Menurutnya, kesuksesan itu bukan hanya milik orang kaya saja tetapi bukan miliknya orang yang punya modal dan bukannya orang yang punya bakat saja. Tetapi suatu kesuksesan itu bisa dimiliki oleh siapa saja yang mau bekerja kerja keras, pantang menyerah, rajin berdoa dan rajin bersedekah.

Orang yang optimis memiliki beberapa fungsi positif yang dapat berdampak baik pada diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya

 

• Meningkatkan Kesejahteraan Emosional: Orang yang optimis cenderung memiliki suasana hati yang lebih baik, merasa lebih bahagia, dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Mereka mampu melihat sisi positif dari situasi dan mengatasi tantangan dengan lebih baik.

 

• Meningkatkan Kesehatan Mental: Sikap optimis dapat berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Individu yang optimis cenderung lebih tahan terhadap depresi, kecemasan, dan masalah psikologis lainnya.

 

• Meningkatkan Kesehatan Fisik: Optimisme telah terhubung dengan peningkatan kesehatan fisik. Orang yang optimis lebih mungkin menjalani gaya hidup yang sehat, seperti pola makan seimbang dan rutin berolahraga, yang berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.

 

• Memotivasi Tindakan Positif: Orang yang optimis cenderung lebih termotivasi untuk mencapai tujuanMeningkatkan Peluang Sukses: Orang yang optimis cenderung lebih proaktif dalam mengambil peluang dan risiko yang mungkin mengarah pada kesuksesan. Mereka percaya bahwa usaha mereka akan berbuah hasil positif.

 

• Menciptakan Lingkungan Positif: Sikap optimis dapat menciptakan lingkungan yang positif di sekitar individu tersebut. Hal ini berdampak pada motivasi kolektif dan kerja sama yang lebih baik dalam berbagai situasi.

 

Secara keseluruhan, optimisme memiliki berbagai fungsi yang berdampak positif pada kesejahteraan mental, fisik, hubungan sosial, dan pencapaian tujuan individu.

“Jadi semua orang harus bisa memperoleh Kamulyan. Kamulyan itu adalah keanugrahan. Semua orang yang bisa mencapainya dengan berusaha, beriktiar dan berdoa serta dilandasi dengan bersedekah,” ujarnya.

Dengan itu, Wamen Paiman Raharjo mengatakan bahwa dirinya sendiri telah mengalami perjuangan dari nol besar. Ceritanya, dirinya adalah seorang lulusan SMP dan ia sempat putus sekolah. Tapi, dirinya selalu berusaha sehingga ia bisa melanjutkan ke STM.

“Berjalan di dua tahun ia baru bisa melanjutkan sekolah, itupun ia harus melewati dengan menjadi tukang sapu terlebih dahulu. Setelah jadi tukang sapu itulah, akhirnya saya bisa melanjutkan ke STM. Dengan adanya kesungguhan dan kegigihan itu bisa dapat merubah segalanya,” katanya.

Kini Wamen Paiman Raharjo mengapresiasi kepada bapak Presiden Jokowi yang telah merubah paradigma bahwa Kasta Sudra atau orang biasa bisa menjadi Presiden, Menteri, Wakil Menteri, Pejabat dan lainnya yang biasanya ditempati oleh orang beken atau orang hebat, orang berpolitik dan mempunyai keturunan pejabat orang yang berpunya modal.

“Seperti yang kita ketahui bahwasanya kalau menjadi pejabat itu adalah orang yang mempunyai keturunan pejabat atau orang hebat. Tapi, dengan kepemimpinan Jokowi ternyata kan tidak seperti apa yang diperkirakan. Sehingga ini adalah suatu memberikan motivasi bagi masyarakat. Bahwa, orang biasa bisa menjadi seseorang pejabat, dan bisa menjadi orang sukses. Disinilah kita memaknai bahwa dengan kepemimpinan jokowi inilah kita harus meneladani kalau kita harus hidup optimis atau dari yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ujarnya.

Dalam Pagelaran Wayang ini, turut disaksikan oleh Wakil Bupati Klaten Yoga Hadarya.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *