Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Menebak Siapa Calon Presiden yang Didukung Jokowi?

×

Menebak Siapa Calon Presiden yang Didukung Jokowi?

Sebarkan artikel ini
Calon Presiden
Menebak Siapa Calon Presiden yang Didukung Jokowi?
Alaku

Menurut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, ayahnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan dukungan kepada salah satu calon presiden (capres) untuk pemilihan presiden tahun 2024. Menurut Direktur Eksekutif IndoStrategic, Ahmad Khoirul Umam, dukungan Jokowi tampaknya akan jatuh kepada calon Wakil Presiden (bacapres) dari Partai Gerindra, yaitu Prabowo Subianto. Umam mengungkapkan bahwa ada indikasi kuat yang mendukung pandangannya, salah satunya terkait dengan dukungan yang mulai muncul dari jaringan relawan yang sebelumnya mendukung Jokowi dan kini beralih mendukung Prabowo.

Perlu diingat bahwa informasi ini mungkin berubah seiring berjalannya waktu, dan disarankan untuk selalu memeriksa sumber terpercaya terkini untuk mendapatkan informasi terbaru tentang politik dan perkembangan terkini di Indonesia.

Alaku

“Besar kemungkinan Presiden Jokowi akan mengarahkan dukungannya ke Prabowo Subianto. Indikasinya cukup kuat, yang ditandai oleh berkumpulnya sel-sel jaringan relawan Jokowi dan partai-partai politik pemerintah selain PDIP dan PPP, ke lingkaran Prabowo,” kata Umam kepada wartawan, Kamis (27/7/2023).

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina ini menyatakan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto terlihat lebih intens, dengan berbagai simbol dan gimik politik yang ditunjukkan oleh Jokowi untuk mendukung Prabowo. Namun, informasi lebih lanjut mengenai detail simbol dan gimik politik yang dimaksud tidak dijelaskan dalam konteks pernyataan ini.

“Treatment Jokowi kepada Prabowo belakangan ini juga jauh lebih intens dibanding kepada Ganjar. Berbagai simbol dan gimik Jokowi lakukan, untuk menciptakan panggung politik bagi Prabowo-Erik Tohir. Dengan kata lain, Jokowi semakin memberikan tekanan politik yang kuat, sekaligus menunjukkan perlawanan terbuka pada mesin politik pencapresan Ganjar yang diinisiasi PDIP,” ujarnya.

Penting untuk diingat bahwa penilaian dari seorang pengamat politik bisa bersifat subjektif dan dapat berubah seiring dengan perkembangan politik dan interaksi antara para pemimpin politik. Pertemuan dan interaksi antara tokoh-tokoh politik juga bisa diartikan dengan berbagai cara oleh berbagai pihak, sehingga hasil analisis dan penilaian mungkin dapat bervariasi.

Sebagai masyarakat yang bijaksana, penting bagi kita untuk selalu menyaring informasi dari berbagai sumber yang kredibel dan terpercaya, serta melakukan analisis yang cermat sebelum membuat kesimpulan mengenai situasi politik dan peristiwa terkini.

Direktur Eksekutif IndoStrategic, Ahmad Khoirul Umam, juga menilai bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadapi tantangan politik baik dari internal partai maupun eksternal terkait pemenangan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Umam menyebut bahwa hingga saat ini, hanya satu partai yang bergabung dengan PDIP, yang menunjukkan adanya sinyal yang kurang menguntungkan bagi agenda pemenangan Ganjar.

“Di sisi lain, mesin politik PDIP sedang mengalami dua tantangan serius, baik dari internal maupun eksternal. Dari eksternal, sikap enggan partai-partai politik untuk mendekati PDIP jelas menjadi sinyal kurang baik bagi agenda pemenangan Ganjar. Selaku partai berkuasa selama hampir 10 tahun, praktis PDIP baru mendapatkan dukungan 1 partai Senayan, merupakan situasi yang sarat dengan makna politik,” ucapnya.

“Di sisi lain, soliditas mesin pencapresan Ganjar juga dihadapkan pada tantangan soliditas internal PDIP, dimana jaringan relawan dan juga para politisi senior pendukung Puan yang saat ini dikabarkan terlempar dari nomor-nomor puncak dalam pencalegan 2024, berpotensi tidak menghidupkan mesin politik untuk Pilpres, alias hanya fokus pada Pileg saja. Hal itu berpeluang terjadi, karena muncul kesadaran di kalangan mereka, bahwa jika Ganjar menang sekalipun, mereka akan menjadi sasaran utama untuk disingkirkan. Di sisi lain, mesin politik PPP dan Sandi Uno, belum pada satu titik optimal untuk memenangkan suara wilayah Jawa, khususnya di level segmen pemilih Muslim moderat yang juga dibagi dengan mesin politik PKB, PAN dan juga PKS di sisi kelompok Islam konservatif,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gibran buka suara soal arah dukungan ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Pilpres 2024. Gibran menyebut bahwa ayahnya sudah mengarahkan dukungan ke satu nama bakal capres 2024.

“Sudah” ucapnya setelah bertemu dengan relawan Jokowi di Restoran Telaga Sampireun, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2023). Gibran menjawab pertanyaan soal apakah Jokowi sudah memastikan arah dukungan ke salah satu capres.

Gibran tak memberikan detail siapa sosok capres yang sudah mendapat arah dukungan Jokowi. Gibran pun enggan membeberkan kriteria capres yang didukung ayahnya itu.

“Ya entar saja (ciri-cirinya),” tuturnya.

Gibran pun menyatakan sudah mengambil sikap terkait pilihannya pada Pilpres 2024. Meski demikian, dia tak ingin mengungkapnya.

“Kan kalau saya sudah bersikap, nggak usah ditanyakan lagi,” ungkapnya.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *