Alaku
Alaku
News

Marak WNI Pindah Jadi WN Singapura, Ini Komentar Bahlil

×

Marak WNI Pindah Jadi WN Singapura, Ini Komentar Bahlil

Sebarkan artikel ini
WNI
Marak WNI Pindah Jadi WN Singapura, Ini Komentar Bahlil

Dalam sebuah Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2023 di Jakarta, pada Jumat (21/7/2023), Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih untuk menjadi warga negara Singapura. Dalam pernyataannya, Bahlil dengan tegas mempertanyakan motivasi dan nasionalisme dari WNI yang melakukan perpindahan kewarganegaraan tersebut.

Dalam pandangannya, Bahlil menyoroti kenyataan sejarah yang tidak bisa diabaikan, bahwa kemerdekaan Indonesia telah direbut dengan susah payah melalui perjuangan berdarah dan pengorbanan besar dari para pahlawan bangsa. Ia mengingatkan tentang perjuangan hebat yang dilakukan oleh para pendahulu kita, termasuk orang tua, kakek-nenek, dan seluruh leluhur kita, yang telah menghadapi berbagai bentuk penderitaan, penganiayaan, bahkan kehilangan nyawa, demi mewujudkan cita-cita luhur untuk meraih kemerdekaan.

Oleh karena itu, dengan lantang , Bahlil mengekspresikan keraguan dan pertanyaan atas nasionalisme serta rasa cinta tanah air dari WNI yang memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan menjadi warga negara Singapura. Baginya, tindakan tersebut tampaknya tidak sejalan dengan semangat perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para pendahulu bangsa demi generasi mendatang, termasuk anak cucu dari para WNI tersebut.

Meski demikian, Bahlil juga menegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin dan patriot, ia akan tetap menghormati dan menghargai keputusan individu dalam memilih jalur kewarganegaraan yang mereka anggap tepat. Ia berharap para WNI yang telah pindah kewarganegaraan tetap memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap negara asal mereka. Ia berharap, walaupun berada di negara lain, para WNI ini akan tetap menjaga dan menghargai warisan budaya, nilai-nilai kebangsaan, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Dalam penutup pernyataannya, Bahlil menegaskan pentingnya semangat nasionalisme dan kebangsaan dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan bagi Indonesia. Ia berharap bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, akan terus berkontribusi positif untuk negara ini, berjuang bersama membangun bangsa, dan mencapai masa depan yang lebih baik bagi Indonesia dan seluruh rakyatnya.

“Kalau teman-teman berpikir pindah ke luar negeri, saya malah meragukan nasionalisme mereka. Kita memperebutkan kemerdekaan ini lewat perjuangan. Orang tua kita, kakek-nenek kita, turunan kita, dalam merebut kemerdekaan ini banyak yang diperkosa, banyak dibunuh, banyak disuruh kerja rodi,” dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2023 di Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Bahlil berpendapat bahwa para pendahulu telah menjalani perjuangan berat demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu mereka. Meskipun ia menaruh keraguan terhadap tingkat nasionalisme mereka yang memutuskan untuk menjadi warga negara Singapura, Bahlil tetap menghormati keputusan individu tersebut. Dalam harapannya, ia berbicara tentang pentingnya kesadaran bagi WNI yang pindah kewarganegaraan untuk tetap terhubung dengan akar budaya dan identitas bangsa Indonesia, walaupun berada di negara lain.

“Ya mungkin kita doakan mudah-mudahan mereka sadar. 10 tahun balik lagi ke Indonesia, wallahualam kan,” ucapnya.

Bahlil menyebut upaya memperbaiki negara ini adalah tanggung jawab semua orang. Ia pun merasa sedih dengan fenomena perpindahan kewarganegaraan ini.

“Saya sebagai anak dari pelosok ujung timur Indonesia sedih aja melihat begitu. Jangan hanya kita mau senang sendiri terus meninggalkan negara,” tegasnya.

Dalam penjelasan yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Silmy Karim, terungkap fakta bahwa mayoritas warga negara Indonesia (WNI) yang memilih untuk menjadi warga negara Singapura berada dalam kisaran usia produktif, yaitu antara 25 hingga 35 tahun.

“Sekitar 1.000 orang per tahun (masyarakat Indonesia pindah jadi warga negara Singapura). Rata-rata ini usia produktif 25-35 tahun,” ucap Silmy kepada detikcom, Minggu (7/7/2023).

Berdasarkan data yang diterima detikcom, warga negara Indonesia yang pindah jadi warga negara Singapura paling banyak selama 2022 yakni mencapai 1.091 orang. Sedangkan selama 2021 mencapai 1.070 orang.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *