Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
Artikel

Kuliner Tradisional Bengkulu yang Nyaris Hilang: Rasa, Filosofi, dan Jejak Sejarah

×

Kuliner Tradisional Bengkulu yang Nyaris Hilang: Rasa, Filosofi, dan Jejak Sejarah

Sebarkan artikel ini
Kuliner Tradisional Bengkulu yang Nyaris Hilang: Rasa, Filosofi, dan Jejak Sejarah
Pendapat, Kuliner Tradisional Bengkulu (foto: dok detikcom)

Bengkulu – Bengkulu bukan hanya soal pantai panjang atau jejak kolonial Inggris. Daerah ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang sarat sejarah dan cita rasa unik. Sayangnya, di tengah derasnya arus makanan modern, banyak kuliner lokal mulai jarang ditemui, bahkan sebagian sudah nyaris hilang dari meja makan masyarakat. Padahal, setiap hidangan tradisional tak hanya menyajikan rasa, tetapi juga mengandung filosofi dan cerita panjang tentang identitas orang Bengkulu.

Pendap, Hidangan Legendaris yang Bertahan

Salah satu kuliner yang masih bertahan hingga kini adalah pendap. Dilansir dari Kompas.com, makanan ini dibuat dari ikan yang dibalut bumbu rempah, lalu dibungkus daun talas dan dimasak dengan cara dikukus berjam-jam. Pendap sering disebut mirip pepes, namun rasa pedas dan aroma khas daun talas membuatnya berbeda. Pendap masih bisa ditemui di pasar-pasar tradisional dan beberapa rumah makan, bahkan sempat masuk daftar kuliner Nusantara yang dipromosikan ke luar negeri.

Namun, meski masih ada, pendap perlahan kehilangan popularitas di kalangan anak muda yang lebih akrab dengan makanan cepat saji.

Baca Juga:  Viral Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2025, Ini Fakta yang Harus Diketahui

Bagar Hiu, Ikon yang Mulai Langka

Lebih langka lagi adalah bagar hiu, masakan khas Bengkulu yang dulu sering disajikan pada acara adat atau perayaan besar. Menurut laporan IDN Times, hidangan ini dibuat dari daging ikan hiu yang dimasak dengan bumbu rempah dan santan kental. Rasanya gurih dan sedikit pedas, cocok disantap dengan nasi panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *