Alaku
Alaku
News

Kebakaran Lahan di Jambi, Polda Periksa 4 Saksi

×

Kebakaran Lahan di Jambi, Polda Periksa 4 Saksi

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Lahan di Jambi, Polda Periksa 4 Saksi
Kebakaran Lahan di Jambi, Polda Periksa 4 Saksi - foto dok okezone

Kebakaran lahan di Desa Talang Duku, Muaro Jambi. Polda Jambi memeriksa 4 saksi dan saat ini pihak kepolisian masih mencari pemilik lahan yang terbakar tersebut.

Kebakaran lahan di Indonesia adalah masalah lingkungan yang telah menjadi sorotan internasional. Kebakaran lahan terjadi terutama dalam bentuk kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran semacam ini dapat memiliki dampak serius terhadap lingkungan, iklim, kesehatan manusia, dan ekonomi.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto mengatakan Tim Subdit Tipidter Diteskrimsus Polsa jambi telah melakukan pengecekan lahan yang terbakar untuk melihat kondisi lebih detail.

 

“Terkait kebakaran lahan yang terjadi pada Rabu, 9 Agustus di kawasan Talang Duku, Muaro Jambi tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Tim dari Polda Jambi dipimpin oleh Kasubdit 4 Ditreskrimsus AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo dan personel sudah langsung turun ke lapangan mengecek lahan yang terbakar dan langsung berkoordinasi dengan penyidik dari Polres Muaro Jambi,” kata Mulia, Jumat (11/8/2023) dilangsir detiknews.

Pihak polda Jambi melalui Mulia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pertahanan Nasional (BPN), untuk mencari pemilik lahan. Dan sejauh ini polisi sudah memeriksa 4 orang saksi terkait kebakaran lahan tersebut.

 

Selain melakukan cek lapangan dan memeriksa saksi untuk mengetahui kejadian lebih lanjut. Polda Jambi juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Lembaga Penerbangan dan Antartika Nasional (LAPAN) hal itu agar polisi bisa dengan mengetahui awal titik api melalui satelit.

Saat ini luas lahan masih belum diketahui secara pasti, Tim Satgas Karhutla masih menunggu informasi dari pihak BPN Jambi. Info lebih lanjut lahan yang terbakar hanyalah lahan kosong berisi semak belukar.

Kejadian ini sudah diberitakan bahwa kebakaran lahan kembali terjadi pada Rabu sekitar pukul 17:00 WIB. Melalui video yang tersebar di Media Sosial. Terlihat asap hitam membumbung tinggi. Api terus membakar lahan sampai kamis dini hari.

Dampak dari kebakaran lahan termasuk polusi udara akibat asap, hilangnya habitat satwa liar, penurunan kualitas udara yang dapat memengaruhi kesehatan manusia, serta kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim global.

Puluhan personel gabungan tim pemadam kebakaran Jambi dan 2 helikopter water bombing dikerahkan untuk proses pemadaman. Tim pemadam sempat kesulitan karena kondisi gelap dan menyulitkan titik akses mendekati lahan yang terbakar. Api baru padam kurang lebih 8 jam.

Pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga serta organisasi internasional telah berupaya untuk mencegah dan mengatasi kebakaran lahan melalui berbagai langkah, seperti larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, penegakan hukum, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, dan kampanye kesadaran masyarakat. Meskipun upaya tersebut dilakukan, tantangan masih ada dalam mengatasi masalah kebakaran lahan secara efektif.

Tim Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) adalah sebuah kelompok atau unit khusus yang dibentuk oleh pemerintah atau instansi terkait dalam rangka menangani masalah kebakaran hutan dan lahan. Tujuannya adalah untuk mencegah, mengendalikan, dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan, iklim, kesehatan manusia, dan ekonomi.

Tim Satgas Karhutla biasanya terdiri dari personel dari berbagai instansi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya. Kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan masyarakat lokal juga sering dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Satgas Karhutla bertujuan untuk melindungi lingkungan, menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi dampak negatif kebakaran hutan dan lahan secara keseluruhan.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *