Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Ingin Melakukan Investasi? Ingat Pesan Bos Sri Mulyani!

×

Ingin Melakukan Investasi? Ingat Pesan Bos Sri Mulyani!

Sebarkan artikel ini
ingin Melakukan Investasi? Ingat Pesan Bos Sri Mulyani!
ingin Melakukan Investasi? Ingat Pesan Bos Sri Mulyani! foto dok Direktorat jenderal kekayaan

Kini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkank kepada masyarakat agar tidak ikut-ikutan alias FOMO (Fear of Missing Out) dalam melakukan investasi. Jika masyarakat ingin berinvestasi, masyarakat harus tahu betul resiko dan menginstrumen yang dipilih.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap saat ini sudah banyak anak muda yang berani untuk melakukan investasi di pasar saham atau modal maupun pasar keuangan lainnya. Literasi agar tidak melakukan kesalahan atau asal melakukan investasi dan kemudian rugi.

“saya mau bilang , ketika anda melakukan investasi anda harus memahami betul apa yang anda invest. Jangan ikut-ikutan orang. Orang cuma bilang kalau mau untung ya untung, misalnya selebriti yang suka gitu ya, untung-untungan tuh, nanati kalau anda FOMO, ikut, akhirnya ketipu pada produk macam-macam seperti robot tranding dan lain-lain,” katanya dalam acara Literasj Keuangan Indonesia Terdepan (Like IT) 2023diFairrmont Hotel. Dilansir dari detikcom

Berdasarkan catatannya, pada 2022 indeks inklusi keuangan, tetapi pemahaman atas risiko-risiko yang menyertai belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

“Jadi nanti investor harus lebih aktif lagi, kalau nggak ngerti tanya langsung ke regulator. Nanti semisalkan regulatornya tidak bisa, minta saja mereka untuk menyediakan sebuah sarana bagi anda untuk belajar supaya anda benar-benar mengerti apa yang ingin anda investasikan,”Ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan bahwa hal itu suatu pekerjaan rumah (PR) bagi pihaknya untuk meningkatkan kemampuan keuangan masyarakat. Jangan sampai yang sudah masuk ke sektor keuangan, justru merugikan diri sendiri karena tidak paham mengenai unsur-unsurnya.

“Anda biasanya mudah diberikat suatu iming-iming yang menggambarkan keinginan anda untuk dapat hasil yang cepat, tinggi dan aman. Ini perlu untuk disampaikan dan literasi karena investasi ada yang aman, ada yang tidak aman. Ada juga yang high risk, high return. Investor penginnya high return, no risk. Ini yang perlu kita terus edukasihkan” ungkapny.

Contoh ketika ingin membeli saham, Sri Mulyani berpesan agar membaca fundamentalnya agar tahu apa yang dibeli dan diinvestasikan. Jangan hanya tertipu dengan kata-kata manis seseorang yang menawarkan.

“Karena orang yang mau mengambil atau menarik uang Anda untuk diinves, mereka pasti cerita yang bagus-bagus. Makanya Anda harus literate, dia ngincer uang Anda untuk investasi atau untuk ditipu,” pesan Sri Mulyani.

“Jadi kalau makin menarik, kalian harus makin waspada. Kelihatannya menarik, mukanya seperti malaikat, janjinya bagus semua, itu malah harus dicurigai. Kalau yang tenang, sepert bosenin angkanya, oh mungkin dia nggak butuh duit, Anda yang butuh investasi di tempat saya, itu biasanya yang keren. Nggak juga sih, pokoknya kita harus melihat angkanya, lihat semua datanya, dan lihatlah fundamentalnya,” tambahanya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga menyampaikan sebuah pesan agar ketika kita melakukan investasi jangan hanya ikut-ikutan. Melainkan harus STAR.

“STAR itu apa sih? Smart thinking action for best result (berpikir cerdas untuk hasil terbaik). Itu merupakan sebuah tips untuk memajukan keuangan kita, berinvstasi mendapatkan sebuah keuntungan, membangun negeri,” ungkapny.

Investasi adalah tindakan menempatkan uang atau sumber daya lainnya ke dalam aset atau proyek dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Ini bisa melibatkan berbagai jenis seperti saham, obligasi, real estat, atau bisnis. Dan sedangkan Seorang investor adalah seseorang atau entitas yang mengalokasikan dana atau sumber daya lainnya ke dalam suatu investasi, seperti saham, obligasi, properti, atau bisnis, dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan dari kenaikan nilai atau pendapatan yang dihasilkan oleh investasi tersebut.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *