Alaku
Alaku
News

Heboh! Gadis di Prabumulih Dinikahi Oppa Korea!

×

Heboh! Gadis di Prabumulih Dinikahi Oppa Korea!

Sebarkan artikel ini
Dinikahi Oppa Korea
Heboh! Gadis di Prabumulih Dinikahi Oppa Korea! - foto istimewa

Heboh! Gadis di Prabumulih dinikahi Oppa Korea!  pemilik WO Ema Senan, mengungkapkan bahwa pernikahan tersebut memang benar adanya dan mereka merupakan Wedding Organizer-nya. Pernikahan itu berlangsung di kediaman Nopel Yana, mempelai wanita yang beralamat di Jalan Telkom, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, pada Senin (19/6). Ema menegaskan bahwa mempelai wanita adalah orang asli dari Prabumulih, Sumatera Selatan.

Ema Senan menjelaskan bahwa dalam momen bahagia tersebut, kerabatnya Nopel Yana dinikahi Oppa Korea bernama Yun Jeong Nam. Akad nikah dan resepsi pernikahan dilangsungkan pada hari yang sama. Ema juga mengungkap bahwa keluarga Yun sudah berada di Prabumulih sejak Rabu (7/16), pada hari ketika Yun melamar Yana. Setelah lamarannya diterima, Yun tidak kembali ke Korea dan tinggal di Prabumulih. Semua persiapan pernikahan dan berkas-berkas pernikahan diurus oleh keluarga, dan akhirnya mereka menikah pada Senin (19/6).

Pernikahan tradisi Sumatera Selatan memiliki keunikan dan kekayaan budaya yang khas. Dalam pernikahan tradisional Sumatera Selatan, terdapat berbagai adat dan ritual yang dilaksanakan dengan penuh khidmat dan makna.

Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah adat merarik. Adat merarik adalah prosesi pengantin perempuan yang diberangkatkan dari rumah orang tua menuju rumah baru bersama keluarga dan rombongan pengiring. Dalam prosesi ini, pengantin perempuan akan diarak dengan menggunakan kuda atau delman yang dihias dengan indah.

Selain itu, terdapat juga tradisi adat palepai yang melibatkan upacara tepung tawar. Dalam upacara ini, keluarga mempelai akan memberikan tepung tawar sebagai simbol kesucian dan harapan kebaikan kepada mempelai wanita dan mempelai pria.

Selanjutnya, adat pemacar adalah tradisi yang dilakukan saat pengantin tiba di rumah baru. Pengantin perempuan akan dilempar dengan kain songket atau bunga oleh keluarga dan kerabat sebagai tanda kebahagiaan dan harapan kebaikan dalam hidup mereka.

Pada pernikahan tradisional Sumatera Selatan, tarian dan musik tradisional juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. Tarian seperti tari piring atau tari pucuk pisang sering ditampilkan sebagai hiburan untuk para tamu undangan.

Pernikahan tradisi Sumatera Selatan merupakan warisan budaya yang berharga dan tetap dijaga oleh masyarakat setempat. Melalui tradisi ini, nilai-nilai kebersamaan, kehormatan, dan kekeluargaan dijunjung tinggi dalam perayaan pernikahan.

Di samping itu, dalam pernikahan tradisi Sumatera Selatan juga terdapat adat basampu atau hantar-menghantar mempelai wanita. Adat basampu dilakukan saat mempelai wanita akan meninggalkan rumah orang tua menuju rumah baru bersama suami. Keluarga dan kerabat mempelai wanita akan mengantarnya dengan menggunakan perahu tradisional yang disebut rakit. Rakit tersebut dihiasi dengan berbagai hiasan seperti bunga, daun, dan kain-kain warna-warni.

Selama prosesi basampu, terdapat juga tradisi khas yang disebut dengan adat pulang ka kampung. Tradisi ini dilakukan saat mempelai wanita dan suami tiba di rumah baru. Mereka akan diajak mengunjungi rumah keluarga dekat dan tetangga di sekitar lingkungan baru mereka. Tujuan dari adat pulang ka kampung ini adalah untuk memperkenalkan pasangan pengantin baru kepada masyarakat sekitar dan memperoleh berkat serta restu dari mereka.

Selanjutnya, dalam pernikahan tradisi Sumatera Selatan juga terdapat tradisi adat pindah rumah. Setelah prosesi pernikahan selesai, mempelai wanita dan suami akan resmi tinggal di rumah baru mereka. Tradisi adat pindah rumah dilakukan sebagai simbol perpindahan status dan kehidupan baru mereka sebagai pasangan suami istri.

Pernikahan tradisi Sumatera Selatan tidak hanya menjadi momen penting bagi pasangan yang menikah, tetapi juga merupakan acara yang melibatkan seluruh keluarga dan masyarakat. Tradisi-tradisi yang dijalankan dalam pernikahan ini memperkuat ikatan sosial, memperlihatkan rasa hormat terhadap leluhur, dan menjaga warisan budaya yang berharga.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *