Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Gus Yahya : Pengurus NU Jangan Terlibat Politik

×

Gus Yahya : Pengurus NU Jangan Terlibat Politik

Sebarkan artikel ini
Gus Yahya : Pengurus NU Jangan Terlibat Politik
Gus Yahya : Pengurus NU Jangan Terlibat Politik - Foto Dok Kaltim Today
Alaku

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bertemu dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin malam (4/9/2023). Gus Yahya menegaskan tidak membahas mengenai politik bersama Jokowi.

“Nggak ada sama sekali (soal politik). Saya cuma guyon cerita kiai-kiai lucu-lucu agar beliau agak inilah, seharian ini kan capek 13 meeting hari ini dengan berbagai tokoh internasional. Saya cuma guyon-guyon aja tadi,” kata Gus Yahya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023) dilangsir detiknews.

Alaku

Gus Yahya memberikan pernyataan dalam pertemuan dengan Jokowi ia terlihat lelah sekali, karena itu, ia mencoba menghibur Presiden Jokowi dengan berbagai cerita lucu.

Dalam kesempatan itu juga, Gus Yahya menegaskan perihal posisi PBNU dalam Pilpres 2024. Yahya tidak mau dibawa-bawa dalam perhelatan pesta demokrasi tahun depan.

Ketum PBNU itu pun tak segan memberikan sanksi kepada pengurus PBNU yang mengatasnamakan NU untuk mendukung salah satu calon presiden dan calon wakil presiden. Menurutnya PBNU juga telah memberikan sanksi kepada pengurus yang melanggarkan aturan tersebut.

Sejarah Singkat PBNU

PBNU atau Nahdlatul Ulama adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Berikut adalah sejarah singkat PBNU:

1. Pendirian: PBNU didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 oleh sekelompok ulama Indonesia yang dipimpin oleh Hasyim Asy’ari. Tujuan utama pendiriannya adalah untuk menjaga dan mempromosikan ajaran Islam yang moderat dan toleran.

2. Pemberdayaan Masyarakat: PBNU sangat aktif dalam memberikan pendidikan agama kepada masyarakat dan mempromosikan pendidikan Islam yang berkualitas. Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di seluruh Indonesia.

3. Peran dalam Sejarah Indonesia: PBNU memiliki sejarah yang panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka mendukung perjuangan melawan penjajahan Belanda dan juga berperan dalam proses negosiasi untuk kemerdekaan Indonesia.

4. Tradisi Keagamaan: PBNU dikenal karena menganut tradisi agama Islam yang moderat, inklusif, dan toleran. Mereka juga aktif dalam memerangi ekstremisme dan radikalisme.

5. Kepemimpinan Ulama: PBNU dipimpin oleh seorang kiyai (ulama) besar yang memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan. Organisasi ini memiliki jaringan pesantren (pondok pesantren) yang merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia.

Sejak berdirinya, PBNU telah menjadi salah satu kekuatan sosial dan keagamaan yang signifikan di Indonesia, memainkan peran penting dalam mengedepankan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kemanusiaan di seluruh negeri.

PBNU dan Politik

Tidak benar jika dikatakan bahwa PBNU (Nahdlatul Ulama) tidak boleh terlibat dalam dunia politik. Sebenarnya, PBNU, seperti banyak organisasi Islam lainnya, memiliki sayap politik yang aktif dan terlibat dalam politik di Indonesia. Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

1. Prinsip Kenetralan: PBNU, seperti banyak organisasi Islam, berusaha untuk mempertahankan prinsip kenetralan dalam politik. Mereka berusaha agar pengambilan keputusan politik berlandaskan pada prinsip-prinsip yang sejalan dengan nilai-nilai Islam moderat dan toleran.

2. Fokus pada Kepentingan Umat: PBNU sering menekankan bahwa peran politik mereka lebih fokus pada advokasi dan perlindungan kepentingan umat Muslim dan masyarakat pada umumnya. Mereka berupaya untuk menghindari politik yang dapat memecah-belah masyarakat atau menciptakan konflik.

3. Penghindaran Ekstremisme: PBNU secara konsisten menentang ekstremisme agama dan radikalisme. Oleh karena itu, mereka berhati-hati dalam terlibat dalam politik yang dapat mempromosikan pandangan ekstrem.

Meskipun PBNU mungkin memiliki pendekatan yang lebih hati-hati dalam politik, hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak boleh terlibat dalam politik. Organisasi ini masih memiliki sayap politik dan mendukung partai politik yang sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai mereka. Dalam demokrasi seperti Indonesia, terlibat dalam politik adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *