Alaku
Alaku
News

Fenomenal Sosial dalam Pemasaran Modern

×

Fenomenal Sosial dalam Pemasaran Modern

Sebarkan artikel ini
Fenomenal Sosial dalam Pemasaran Modern
Fenomenal Sosial dalam Pemasaran Modern - foto dok detik edu

Fenomenal sosial adalah semua perilaku yang dipengaruhi atau mempengaruhi seseorang atau kelompok tertentu dari atau terhadap seseorang atau kelompok lain. Beragam contoh fenomenal sosial dapat kita amati dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaknaan KBBI, fenomena sendiri berarti hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (seperti fenomena alam); gejala.

Sedangkan sosial merupakan sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. Sehingga fenomena sosial adalah kejadian nyata yang dapat dilihat secara langsung melalui panca indra dan dapat dijelaskan dalam penelitian bersifat ilmiah serta berkaitan dengan masyarakat.

Fenomenal sosial dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang dapat diamati dan terjadi dalam kehidupan masyarakat. Fenomenal sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan masalah sosial. Masalah fenomena sosial ini dalam perspektif sosiologi sering disebut sebagai problem sosial (social problem).

Fenomena sosial adalah suatu gejala atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dan melibatkan interaksi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Definisi ini telah dijelaskan oleh berbagai ahli sosiologi dan ilmu sosial lainnya. Berikut adalah beberapa pengertian fenomena sosial menurut beberapa ahli:

1. Emile Durkheim
Salah satu tokoh sosiologi terkemuka, Durkheim menganggap fenomenal sosial sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat yang memiliki pengaruh dan dampak terhadap individu. Ia juga mengemukakan bahwa fenomena sosial memiliki eksistensi independen dan dapat memengaruhi individu dengan cara yang bersifat eksternal.

2. Max Weber
Weber mendefinisikan fenomena sosial sebagai tindakan atau perilaku individu dalam masyarakat yang memiliki makna subjektif. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap makna-makna yang melekat dalam tindakan sosial.

3. Karl Marx
Marx melihat fenomena sosial sebagai hasil dari konflik kelas dalam masyarakat. Baginya, fenomena sosial seringkali muncul akibat pertentangan antara kelas yang memiliki kepentingan yang berbeda.

4. Alfred Schutz
Schutz mengembangkan teori fenomenologi yang menekankan pemahaman individu terhadap pengalaman sosial. Menurutnya, fenomena sosial harus dipahami melalui sudut pandang subjektif individu yang terlibat.

5. Peter Berger dan Thomas Luckmann
Dalam buku mereka yang terkenal, “The Social Construction of Reality,” Berger dan Luckmann menggambarkan fenomena sosial sebagai hasil dari proses konstruksi sosial, di mana individu dan masyarakat bersama-sama menciptakan makna-makna sosial.

Pengertian fenomena sosial ini mencerminkan keragaman pendekatan dalam ilmu sosial. Secara umum, fenomena sosial adalah segala sesuatu yang terkait dengan interaksi dan perilaku manusia dalam konteks sosial, dan pengertiannya dapat bervariasi tergantung pada perspektif teoritis yang digunakan oleh seorang ahli atau peneliti sosial.

Fenomena sosial memiliki beberapa karakteristik utama yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

• Interaksi Manusia
Fenomena sosial melibatkan interaksi antara individu atau kelompok manusia. Ini bisa berupa komunikasi, kolaborasi, konflik, atau hubungan sosial lainnya.

• Konstruksi Sosial

Banyak aspek dari fenomena sosial, seperti norma, nilai, dan hierarki sosial, adalah konstruksi manusia. Mereka dibentuk oleh masyarakat dan budaya.

• Polanya
Fenomena sosial sering memiliki pola atau aturan tertentu. Contohnya adalah pola-pola dalam hubungan keluarga, ekonomi pasar, atau struktur politik.

• Perubahan Sosial
Fenomena sosial bisa mengalami perubahan seiring waktu. Ini bisa disebabkan oleh faktor-faktor seperti teknologi, perubahan budaya, atau peristiwa sejarah.

• Keterkaitan dengan Konteks Budaya
Fenomena sosial selalu terkait dengan konteks budaya tertentu. Apa yang dianggap normal atau tabu dapat sangat bervariasi antar budaya.

• Pengaruh Terhadap Individu
Fenomena sosial memiliki dampak pada individu. Ini bisa meliputi perubahan sikap, perilaku, atau persepsi individu.

• Struktur dan Institusi
Fenomena sosial dapat terkait dengan struktur sosial dan institusi seperti keluarga, pemerintahan, agama, dan ekonomi.

• Subjektivitas
Bagian dari fenomena sosial adalah subjektif, artinya dapat diinterpretasikan berbeda oleh individu yang berbeda.

• Ketergantungan terhadap Sumber Daya
Banyak fenomena sosial membutuhkan sumber daya seperti waktu, uang, atau tenaga kerja untuk berkembang.

• Keterkaitan dengan Masalah-masalah Sosial
Beberapa fenomena sosial juga dapat terkait dengan masalah-masalah sosial seperti ketidaksetaraan, diskriminasi, atau ketegangan sosial.

Karakteristik-karakteristik ini membantu kita memahami kompleksitas dan keragaman fenomena sosial dalam masyarakat.

berikut adalah tiga contoh penyebab fenomena sosial secara singkat

• Perubahan Teknologi
Kemajuan teknologi sering kali memicu perubahan sosial, seperti pengaruh media sosial dalam mengubah cara orang berinteraksi dan berkomunikasi.

• Perubahan Ekonomi
Perubahan dalam struktur ekonomi, seperti resesi atau pertumbuhan ekonomi, dapat mempengaruhi tingkat pengangguran, kemiskinan, dan distribusi kekayaan, yang semuanya merupakan fenomena sosial.

• Perubahan Budaya
Perubahan dalam nilai-nilai, norma-norma, dan keyakinan dalam masyarakat juga dapat menjadi penyebab fenomena sosial, seperti perubahan dalam tata cara perkawinan atau pandangan terhadap isu-isu sosial tertentu.

Fenomena sosial adalah peristiwa atau gejala yang terjadi dalam masyarakat dan melibatkan interaksi antara individu atau kelompok. Berikut ini adalah contoh-contoh fenomena sosial:

• Kemiskinan
Kemiskinan adalah fenomena sosial yang terjadi ketika sebagian besar anggota masyarakat tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya ekonomi, seperti makanan, pendidikan, dan pekerjaan yang layak.

• Perubahan Sosial
Perubahan sosial terjadi ketika masyarakat mengalami transformasi dalam nilai-nilai, norma, dan struktur sosialnya. Contohnya adalah perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri.

• Perkawinan Sejenis
Fenomena ini terjadi ketika pasangan sejenis (LGBT) memiliki hak legal untuk menikah. Ini merupakan perubahan besar dalam pandangan masyarakat terkait perkawinan dan hak-hak individu.

• Tingkat Kriminalitas
Tingkat kejahatan dalam masyarakat merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Perubahan dalam tingkat kriminalitas dapat mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas.

• Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 adalah fenomena sosial global yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk kesehatan, ekonomi, dan cara masyarakat berinteraksi.

• Protes Sosial
Protes dan demonstrasi massa merupakan contoh fenomena sosial ketika warga masyarakat berkumpul untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah atau isu-isu sosial tertentu.

• Media Sosial
Media sosial telah mengubah cara orang berkomunikasi dan berinteraksi dalam masyarakat, menciptakan fenomena sosial baru dalam bentuk jejaring sosial, tren viral, dan berbagi informasi secara instan.

• Urbanisasi
Migrasi penduduk dari pedesaan ke perkotaan adalah fenomena sosial yang mengubah tata kota, pola pekerjaan, dan cara hidup masyarakat.

• Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah fenomena sosial yang melibatkan respons masyarakat terhadap perubahan suhu global dan dampaknya terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

• Ketidaksetaraan Gender
Fenomena sosial ini mencakup ketidaksetaraan dalam hak, peluang, dan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat.

Setiap fenomena sosial memiliki dampak yang berbeda terhadap masyarakat dan memerlukan pemahaman yang mendalam untuk mengatasi atau mengelolanya secara efektif.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *