Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Demokrat dan PDIP Buka Kemungkinan untuk Bersatu!

×

Demokrat dan PDIP Buka Kemungkinan untuk Bersatu!

Sebarkan artikel ini
emokrat dan PDIP Buka Kemungkinan Untuk Bersatu!
emokrat dan PDIP Buka Kemungkinan Untuk Bersatu! - Foto Dok CNN Indonesia
Alaku

Partai Demokrat (PD) telah mengatakan jika pihaknya terbuka kalau Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bisa bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu telah disampaikan melalui Wakil Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Benny K Herman mengatakan hubungan baik antara Demokrat dan PDIP.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri adalah dua tokoh politik utama di Indonesia. Hubungan mereka telah mengalami evolusi yang kompleks dalam sejarah politik Indonesia. Berikut adalah beberapa poin penting tentang hubungan mereka:

Alaku

Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima yang menjabat dari tahun 2001 hingga 2004. SBY, pada saat itu masih aktif dalam militer, kemudian menggantikannya sebagai Presiden pada tahun 2004 setelah memenangkan pemilihan presiden.

Megawati adalah ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), sementara SBY adalah anggota Partai Demokrat. Keduanya berasal dari latar belakang politik yang berbeda.

Selama SBY menjabat sebagai Presiden Indonesia dari tahun 2004 hingga 2014, hubungannya dengan Megawati tetap menjadi subjek perhatian. Meskipun mereka berasal dari partai yang berbeda, SBY membentuk koalisi dengan beberapa partai politik termasuk PDI-P untuk mendukung kebijakan-kebijakan tertentu. Megawati juga menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama masa pemerintahan SBY.

Pemilihan presiden tahun 2014, Megawati mendukung calon presiden dari PDI-P, Joko Widodo (Jokowi), yang kemudian terpilih sebagai Presiden. SBY mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden dan tidak dapat mencalonkan diri lagi.

Meskipun SBY dan Megawati telah bekerja sama dalam beberapa hal selama masa pemerintahan SBY, mereka memiliki perbedaan pendekatan politik dan kebijakan yang tercermin dalam partai-partai yang mereka pimpin.

Hubungan antara SBY dan Megawati mencerminkan dinamika politik yang kompleks di Indonesia, di mana partai-partai politik dan pemimpin politik sering kali menjalin aliansi yang berubah-ubah sesuai dengan kepentingan politik dan situasi saat itu.

Awalnya Benny mengatakan jika Demokrat masih mempertimbangkan ke dua poros yang sudah ada, yakni Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto. Ia menyebut saat ini peluang kedua poros itu masih seimbang. Demokrat dan PDIP.

“Kita tunggu saja ke mana, apakah ke Ibu Megawati dengan PDIP atau ke Pak Prabowo dengan rumahnya Gerindra. Kita akan lihat, semua tokoh-tokoh yang kita hargai, yang kita hormati,” kata Benny dilangsir detiknews di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Anggota Komisi III DPR RI tersebut lantas mengungkapkan peluang Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dan Ketua Umum PDIP untuk melakukan pertemuan. Ia menilai bahwa Megawati tidak pernah jahat kepada SBY ataupun Partai Demokrat.

Dalam penilaian Benny, SBY sangat menghormati sosok Megawati. Benny juga menyinggung soal hubungan yang baik, ketika SBY sempat meminta langsung mendiang Taufiq Kiemas untuk menjadi Ketua MPR RI.

Benny tahu persis di mana partai-partai bergabung dalam koalisi mendukung SBY dan langsung diundang oleh SBY. Ia meminta agar seluruh partai yang tergabung dalam koalisi pada waktu itu supaya memberi dukungan penuh kepada Taufik Kiemas. Dan Benny menyaksikan langsung bahwa tidak terjadi masalah antar koalisi.

 

Benny mengatakan kalau untuk saat ini arah dukungan Partai Demokrat ke Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto masih berimbang. Maka dari itu pihaknya masih akan terus menunggu keputusan dari Majelis Tinggi Partai dalam penentuan dukungan capres pada Pemilu 2024.

Benny juga menambahkan jika, hubungan antara Prabowo dan Ganjar semua berjalan baik, begitu pula dengan Megawati. Dengan begitu Demokrat dan PDIP memiliki hubungan romantis tidak seperti yang diberitakan oleh awak media.

Alaku
Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *