Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Alaku
News

Ciri-Ciri Hipertensi, Penyakit yang Bisa di Picu Usia Muda, Berikut Cara Menghindarinya

×

Ciri-Ciri Hipertensi, Penyakit yang Bisa di Picu Usia Muda, Berikut Cara Menghindarinya

Sebarkan artikel ini
Ciri-ciri Hipertensi, Penyakit yang Bisa di Picu Usia Muda “Berikut Cara Menghindarinya.”
Ciri-ciri Hipertensi, Penyakit yang Bisa di Picu Usia Muda “Berikut Cara Menghindarinya. - foto dok Klikdokter
Alaku

Kini Kebanyakan orang mengira penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi hanya bisa terjadi pada orang usia lanjut. Padahal, kondisi ini juga sangat rentan dialami pasa kelompok usia muda.
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Faris Basalamah, SpJP(K), menjelaskan hipertensi pada usia muda kerap dipicu adanya faktor genetik atau keturunan. Tapi dengan kondisi ini bisa diperparah dengan gaya hidup yang kurang sehat.

“Ya itu gaya hidup berpengaruh, walaupun memang hipertensi harus ada faktor genetiknya juga,” kata dr Faris saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2023), dilangsir detikcom.

Alaku

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara persisten. Beberapa ciri-ciri hipertensi meliputi.

1. Tekanan Darah Tinggi:
Tekanan darah sistolik (angka atas) lebih dari 130 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik (angka bawah) lebih dari 80 mmHg diukur secara konsisten.

2. Kebingungan atau Sakit Kepala:
Hipertensi dapat menyebabkan sakit kepala yang parah atau pusing, terutama di pagi hari.

3. Gangguan Penglihatan:
Kondisi ini bisa menyebabkan perubahan penglihatan seperti penglihatan kabur atau gangguan penglihatan lainnya.

4. Sesak Napas:
Beberapa orang dengan hipertensi mengalami sesak napas karena tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi fungsi jantung dan paru-paru.

5. Detak Jantung Tidak Teratur:
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar.

6. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke:
Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Orang dengan hipertensi memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit-penyakit tersebut.

7. Kerusakan Organ dalam:
Hipertensi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting seperti jantung, ginjal, otak, dan mata.

8. Kebiasaan Gaya Hidup:
Faktor-faktor seperti pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko hipertensi.

9. Kadar Kolesterol Tinggi:
Kolesterol tinggi dapat berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi.

10. Riwayat Keluarga:
Jika ada riwayat hipertensi dalam keluarga, risiko Anda untuk mengembangkan kondisi ini bisa lebih tinggi.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu menghindari atau mengontrol hipertensi.

1. Menerapkan Pola Makan Sehat:
Konsumsi makanan rendah garam, kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, ikan, dan daging tanpa lemak. Batasi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula.

2. Pengendalian Berat Badan:
Menjaga berat badan yang sehat melalui kombinasi diet seimbang dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mencegah hipertensi.

3. Aktivitas Fisik Teratur:
Lakukan aktivitas fisik aerobik seperti berjalan, berlari, berenang, atau bersepeda secara teratur. Minimal 150 menit per minggu direkomendasikan.

4. Pengurangan Konsumsi Garam:
Batasi asupan garam, karena garam dapat meningkatkan tekanan darah. Bacalah label makanan dengan teliti dan hindari makanan yang tinggi garam.

5. Pembatasan Konsumsi Alkohol:
Jika Anda mengonsumsi alkohol, lakukan dengan bijak. Batasi jumlahnya sesuai pedoman kesehatan.

6. Hindari Merokok:
Merokok dapat merusak pembuluh darah dan mempengaruhi tekanan darah. Berhenti merokok jika Anda perokok.

7. Kelola Stres:
Temukan cara yang efektif untuk mengatasi stres, seperti meditasi, yoga, atau olahraga. Stres kronis dapat memengaruhi tekanan darah.

8. Perhatikan Kolesterol:
Pantau kadar kolesterol Anda dan upayakan menjaga kadar kolesterol yang sehat.

9. Pantau Tekanan Darah:
Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan ikuti saran dari profesional kesehatan.

10. Kurangi Kafein:
Batasi konsumsi kafein, karena dapat mempengaruhi tekanan darah.

11. Tidur yang Cukup:
Pastikan Anda tidur cukup. Kurang tidur dapat memengaruhi tekanan darah.

12. Perawatan Medis Teratur:
Jika Anda memiliki risiko tinggi atau sudah didiagnosis dengan hipertensi, penting untuk mematuhi perawatan medis yang direkomendasikan oleh dokter.

Mengadopsi gaya hidup sehat dan rutin memonitor kesehatan Anda dapat membantu mencegah atau mengontrol hipertensi. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau riwayat keluarga dengan hipertensi, konsultasikan dengan dokter untuk pengawasan dan saran yang lebih lanjut.

Alaku
Alaku

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *