Alaku
Alaku
News

Cinta Segitiga yang Berujung Penjara, Pemuda Asal Sumsel Ditangkap di Bangka Barat! Lihat Kisahnya!

×

Cinta Segitiga yang Berujung Penjara, Pemuda Asal Sumsel Ditangkap di Bangka Barat! Lihat Kisahnya!

Sebarkan artikel ini
Cinta Segitiga
Cinta Segitiga yang Berujung Penjara, Pemuda Asal Sumsel Ditangkap di Bangka Barat! Lihat Kisahnya! - foto istimewa

Cinta Segitiga yang Berujung Penjara. Kapolsek Jebus, AKP Yudha Prakoso, dengan tegas mengkonfirmasi penangkapan buronan terkait kasus penganiayaan terhadap Hengki Ternando (17) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Pelaku yang merupakan buronan dari Polsek Martapura, Sumsel, berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polsek Jebus dan Polsek Martapura setelah 4 bulan buron. Penangkapan dilakukan di Pantai Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/6/2023).

“Pelaku penganiayaan terhadap anak yang mengakibatkan luka berat diringkus berdasarkan informasi dari Polsek Martapura. Diringkus di kawasan pantai Parit Tiga (tempat persembunyian),” kata Yudha. Dilangsir dari detikNews

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 2023 di kebun jagung yang terletak di belakang pondok pesantren Nurul Chalik, Desa Batu Raja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Dalam kejadian tersebut, terjadi perkelahian antara pelaku dan korban. Akibatnya, korban mengalami luka serius, termasuk luka di pergelangan tangan kiri yang hampir putus, luka tusuk di dada kiri, luka tusuk di perut, dan luka tusuk di kaki.

Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga, sementara keluarga korban juga melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Pelaku langsung melarikan diri dan akhirnya berhasil ditangkap di Kabupaten Bangka Barat.

“Motif pelaku karena cinta segitiga atau rebutan cewek,” singkat Kapolsek.

Pelaku sekarang telah diamankan dan dibawa ke Polsek Martapura di Sumatera Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. Akibat tindakannya, pelaku harus menghadapi konsekuensi hukum dan akan ditahan di sel tahanan.

Cinta adalah sebuah perasaan yang kompleks dan dapat berubah seiring waktu. Terkadang, seseorang dapat mengalami tanda-tanda bahwa cinta mereka telah berkurang atau bahkan mati. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan cinta yang telah mati:

  • Ketidakpedulian:
    Ketika seseorang tidak lagi peduli atau acuh terhadap kehidupan, keberhasilan, atau kebahagiaan pasangan mereka, ini dapat menjadi tanda bahwa cinta telah mati.
  • Hilangnya rasa sayang:
    Jika perasaan sayang dan kasih sayang tidak lagi ada, dan seseorang merasa tidak tertarik lagi pada pasangan mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa cinta telah memudar.
  • Komunikasi yang terhenti:
    Jika komunikasi antara pasangan menjadi minim atau bahkan terhenti sama sekali, hal ini dapat menunjukkan bahwa ada ketidakperhatian dan kehilangan minat dalam menjalin hubungan.
  • Keinginan untuk menjauh:
    Ketika seseorang merasa ingin menjauh dari pasangan mereka dan tidak lagi merasakan keinginan untuk bersama, ini bisa menjadi tanda bahwa cinta telah hilang.
  • Kurangnya keintiman:
    Jika keintiman fisik dan emosional dalam hubungan menghilang atau menurun drastis, ini bisa menandakan bahwa cinta telah mati.
  • Perasaan tidak bahagia:
    Jika seseorang merasa tidak bahagia dalam hubungan mereka dan tidak lagi menemukan kegembiraan atau kepuasan di dalamnya, ini dapat menjadi tanda bahwa cinta telah memudar.

Penting untuk diingat bahwa cinta dapat berfluktuasi dalam setiap hubungan dan tidak selalu tetap konstan. Namun, jika tanda-tanda ini terus berlanjut dan hubungan tidak memberikan kebahagiaan atau kesejahteraan, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan untuk berkomunikasi dengan pasangan dan mencari bantuan dari profesional jika diperlukan.

Berikut ini adalah beberapa tanda tambahan yang dapat mengindikasikan cinta yang telah mati:

  • Hilangnya keinginan untuk berkompromi:
    Jika seseorang tidak lagi mau berusaha mencapai kesepakatan atau berkompromi dalam hubungan, dan lebih memilih untuk mempertahankan keinginan dan kebutuhan pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa cinta telah memudar.
  • Keinginan untuk menghindari interaksi:
    Jika seseorang merasa tidak nyaman atau ingin menghindari interaksi dengan pasangan mereka, dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendiri atau dengan orang lain, ini bisa menunjukkan ketidakminatan dalam hubungan.
  • Rasa bosan dan monoton:
    Jika hubungan terasa monoton dan tidak ada lagi rasa kegembiraan atau kejutan, dan seseorang merasa bosan dengan pasangan mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa cinta telah mati.
  • Pikiran tentang kehidupan tanpa pasangan:
    Jika seseorang sering kali membayangkan kehidupan mereka tanpa pasangan, dan merasa bahwa kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik dapat dicapai tanpa kehadiran pasangan, ini bisa menandakan bahwa cinta telah memudar.
  • Perasaan kecewa yang berkelanjutan:
    Jika perasaan kecewa atau frustrasi dalam hubungan terus muncul dan tidak ada upaya untuk memperbaikinya, ini bisa menunjukkan bahwa cinta telah memudar.
  • Hilangnya rasa keamanan dan kepercayaan:
    Jika rasa kepercayaan dan keamanan dalam hubungan hilang, dan seseorang merasa tidak lagi dapat mengandalkan pasangan mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa cinta telah mati.

Dalam menghadapi tanda-tanda ini, penting untuk berbicara secara terbuka dan jujur dengan pasangan tentang perasaan dan kekhawatiran kita. Komunikasi yang baik dapat membantu memahami penyebab dan memperbaiki hubungan, atau dalam beberapa kasus, mengakui bahwa cinta telah berakhir dan memilih untuk berpisah dengan cara yang saling menghormati.

Cinta Segitiga yang Berujung Penjara, Pemuda Asal Sumsel Ditangkap di Bangka Barat! Lihat Kisahnya!

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *