Alaku
Alaku
News

Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Duo Kawan Lama Beri Nasihat

×

Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Duo Kawan Lama Beri Nasihat

Sebarkan artikel ini
Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Duo Kawan Lama Beri Nasihat
Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Duo Kawan Lama Beri Nasihat - foto dok detiknews

Deklarasi politik yang dilakukan Budiman Sudjatmiko karena mendukung penuh Prabowo Subianto wakil dari Partai Gerindra dan Koalisinya untuk pemilihan Presiden 2024 berujung dengan pemecatan Budiman sebagai Kader PDIP. Hal itu membuat duo sekawan yang beda partai memberi sebuah pesan, duo sekawan yang dimaksud adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Dengan sudah tersebar surat pemecatan di berbagai media online. Terlihat surat yang berisikan keputusan pemberian sanksi terhadap Budiman Sudjatmiko atas tindakan manuver arah dukungan. Surat pemecatan Budiman Sudjatmiko telah ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Surat pemecatan tersebut sudah dikonfirmasi oleh Budiman Sudjatmiko. Dan ia sudah membenarkan isu surat itu terkait pemecatan dirinya sebagai kader PDIP.

Pesan Fadli Zon

Setelah resmi dipecat, Budiman Sudjatmiko melakukan manuver dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto. Dan akhirnya Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. Memberikan penilaian terhadap Budiman dengan mengatakan kalau Budiman Pasti sudah tahu konsekuensi atas tindakannya.

“Saya kenal Budiman sudah lama sekali yang pasti tahu segala macam hal-hal yang terkait dengan konsekuensi. Walaupun itu mekanisme internal di partai yang diikuti oleh Budiman,” kata Fadli Zon di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/8) dilangsir detiknews.

Fadli Zon melanjutkan, Budiman yang merupakan seorang aktivis tentu sudah terbiasa untuk menghadapi hal-hal yang sekarang ini terjadi menimpa dirinya. Menurut Fadli Zon, Budiman memilik pengalaman yang lebih dari cukup dalam menghadapi polemik tersebut.

Seperti yang diketahui, Fadli Zon mengungkapkan kalo Budiman seorang yang punya jejak sejarah panjang sebagai seorang aktivis di dunia politik. Maka dari itu Fadli Zon memberikan tanggapan bahwa Budiman bisa menghadapi hal seperti itu dengan biasa saja tanpa beban.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini pun mengatakan bahwa menunggu langka selanjutnya dari seorang Budiman. Fadli Zon menegaskan jika partainya akan selalu terbuka untuk menjadi tempat kembali Budiman Sudjatmiko

Maka dari itu Fadzli Zon masih aka menunggu keputusan Budiman. Apakah belum mau bergabung ke partai politik terlebih dulu. Atau nantinya bakal bergabung dengan salah satu partai yang ada di Tanah Air. Atau justru akan bergabung dengan partai Gerindra sesuai dengan calon presiden (capres) yang ia dukung.

Tentunya Gerindra pasti akan sangat terbuka. Tapi, untuk menjaga sikap. Maka Gerindra tentunya tetap akan menunggu keputusan Budiman Sudjatmiko terlebih dahulu.

Pesan Fahri Hamzah

Selain Fadli Zon, Kawan lain dari Budiman Sudjatmiko yaitu Fahri Hamzah ikut merespons juga keputusan PDIP memecat Budiman Sudjatmiko. Fahri mengaku ia sangat mengetahui bagaimana rasanya ditendang keluar oleh partai karena dulu, sebelum menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gelora ia juga mengalami hal seperti Budiman.
“Menarik menonton wawancara-wawancara Mas @budimandjatmiko semoga tetap sehat. Sebagai orang yang pernah dipecat partai, saya mengerti situasinya,” kata Fahri dalam cuitan akun X resminya seperti yang dilangsir detiknews, Jumat (25/8).

Secara terpisah, Fahri memberikan Pesan kepada Budiman. Mantan Kader PKS ini memberikan saran agar Budiman mengambil jeda istirahat terlebih dahulu setelah dipecat oleh PDIP.

Fahri juga memberikan pandangan barangkali untuk saat ini Budiman bisa saja memikirkan sebuah keputusan perihal bergabung ke dalam partai atau kembali mendirikan partai seperti yang pernah dilakukan Budiman saat membangun Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada era Presiden Soeharto dahulu.

Bagi Fahri sendiri, Budiman adalah seorang tokoh yang pemberani jauh lebih baik berada di garda terdepan dalam membangun kekuatan politik menghadapi rezim yang otoriter.

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *